Tobelo, Maluku Utara – Jembatan Pusawan di Desa Saluta yang menghubungkan dua kecamatan, yaitu Galela dan Loloda, ambruk pada Kamis lalu (24/4).
Ambruknya jembatan ini memicu rasa keprihatinan warga. Tanpa bantuan pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), warga bergotong-royong membangun jalan darurat bagi para pengendara yang terhambat, dengan modal seadanya.
Menurut pantauan Haliyora.id, selama empat hari setelah kejadian tersebut, pemerintah daerah setempat belum mampu membangun akses jalan darurat untuk mendukung mobilitas warga. Dalam dua hari pertama pasca putusnya jembatan, warga Desa Saluta menunjukkan semangat tinggi dalam membantu membangun jalur alternatif, yang sangat membantu para pengendara yang terjebak.
“Jembatan ini ambruk pada hari Kamis, sekitar pukul 10.00 pagi. Kami segera menggali di lokasi untuk membangun jalan darurat khusus bagi pengendara motor. Pada hari kedua, kami membersihkan area kali untuk mencari jalur yang layak dilalui mobil,” ungkap Rajab, salah satu warga setempat, saat disambangi wartawan, Senin (28/4/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!