Komisi I DPRD Halsel Beberkan Fakta Terkait Satu CJH yang Gagal Berangkat Haji

Menurut Iksan, kendala bahasa ini menjadi faktor penting yang mempengaruhi hasil pemeriksaan kesehatan.

Ia menilai, meskipun tim medis telah mengikuti prosedur standar, materi pemeriksaan yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia tidak dapat dipahami oleh calon jamaah, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan dalam penilaian kondisi.

“Dalam hal administrasi, tim medis sudah bekerja sesuai prosedur, tapi ketika pertanyaan-pertanyaan disampaikan, CJH tidak memahami maksudnya, Ini bukan soal sakit atau tidak karena setelah saya temui langsung, saya menilai fisik beliau cukup layak untuk diberangkatkan,” ujar Iksan.

BACA JUGA  Ini Alasan Sejumlah Legislator Malut WO dari Sidang Paripurna, Wagub : Kita Ikuti Jadwal DPRD

Ia turut menceritakan kunjungannya (on the spot) ke kediaman Sahar Habib sebelum RDP digelar. “Saat kami tiba, beliau menyambut kami dengan ramah, menyuguhkan teh dan kopi. Kami berbincang dalam bahasa daerah, dan dari situ saya yakin beliau dalam kondisi sehat,” ungkapnya.

Komisi I menilai, kejadian ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dalam proses pemeriksaan calon jamaah, terutama di wilayah-wilayah yang masih menggunakan bahasa lokal sebagai bahasa utama.

BACA JUGA  Diguyur Hujan Deras, Ibu Kota Taliabu Kembali Terendam
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah