Sofifi, Maluku Utara – Hujan interupsi mewarnai jalannya rapat paripurna DPRD Maluku Utara (Malut), pada Rabu (22/10/2025), ketika penyampaian jawaban gubernur terhadap pandangan fraksi-fraksi berlangsung. Situasi ini memicu ketegangan di antara anggota DPRD, terutama karena beberapa dari mereka tidak diberikan izin untuk menyampaikan pendapat sebelum dimulainya rapat.
Akibat dari itu, 10 anggota DPRD masing-masing dari Fraksi Golkar, Gerindra, dan Hanura, memilih walk out dari ruang sidang paripurna.
Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Nazlatan Ukhra Kasuba, mengungkapkan alasan pihaknya melakukan walk out dari rapat tersebut. Ia menyoroti bahwa gubernur telah absen dalam tiga kali rapat paripurna berturut-turut tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Seharusnya, kita berhak menanyakan alasan ketidakhadiran gubernur pada rapat ini. Selain itu, kami juga mempertanyakan keterlambatan penyampaian APBD,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!