Bassam menyebutkan salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah menyerahkan pengelolaan rumah-rumah di dalam taman budaya kepada paguyuban masing-masing.
“Karena rumah-rumah di taman budaya ini atas nama paguyuban-paguyuban. Nantinya kita akan dorong seperti itu, biar menjadi taman budaya yang hidup,” tegasnya.
Saat ini, lanjut Bassam, Pemkab Halsel masih menyusun formula yang tepat untuk pelaksanaan skema tersebut. Selain itu, akan melakukan revitalisasi fasilitas yang rusak agar taman budaya dapat kembali difungsikan sebagai salah satu destinasi wisata. “Yang jelas, kami akan dorong di perubahan anggaran untuk hal ini,” tutupnya. (RMI/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!