Ikwan menegaskan bahwa misi ini bersifat kemanusiaan dan bukan operasi militer. “Misi ini bukan misi militer, tapi misi terbuka karena ini misi kemanusiaan mencari para korban perang yang memang sudah lama diperlukan oleh keluarga yang menanti di AS,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pencarian kerangka prajurit Amerika akan dilakukan di 40 titik lokasi di Morotai. Namun demikian, seluruh proses pencarian akan berkoordinasi dengan Pemda Morotai untuk memastikan akurasi data dan melibatkan informasi dari masyarakat setempat.
“Sehingga ada langkah-langkah, karena penduduk Morotai juga memiliki info yang lebih akurat. Mungkin selalu turun-temurun itu yang masih harus kita kroscek ada beberapa produk belum tahu namanya,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemda Morotai dalam setiap tahap kegiatan. “Jadi sebelum bergerak kami tanya petunjuk dari pihak Pemda,” tandasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!