Rusli menambahkan, dalam mendukung misi tersebut, pihaknya akan mengadakan workshop untuk memperkenalkan metode pencarian jejak korban perang kepada masyarakat dan wartawan. “Jadi nanti ada workshop, kita akan diberikan pengetahuan. Mungkin teman-teman wartawan juga bisa hadir tata cara bagaimana mencari jejak-jejak korban perang dunia ke II,” katanya.
Sementara itu, juru bicara DPAA, Kolonel Ikwan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari misi pencarian prajurit AS yang gugur pada tahun 1942–1943, sebelum berdirinya Republik Indonesia.
“Kami akan melakukan misi selama tiga minggu di sini, dan kami juga bekerjasama dengan Pemda di bawah pimpinan Bapak Bupati Rusli untuk melakukan misi secara bersama,” kata Ikwan kepada wartawan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!