Dugaan keracunan makanan itu terjadi beberapa jam setelah para karyawan sarapan pagi. Makanan yang disajikan Perusahaan berupa nasi ayam, sayur sawi dan indomi goreng. Mereka mulai mengeluh mual, muntah, pusing, diare, dan sakit perut.
“Kami langsung menerima laporan dari perusahaan dan segera memberikan penanganan darurat. Gejala yang dialami menunjukkan tanda-tanda keracunan makanan. Tim medis kami memberikan cairan infus dan obat-obatan untuk mengatasi dehidrasi dan gangguan pencernaan,” tutur Abdul.
Penyebab masih dalam penyelidikan oleh pihak Puskesmas Sagea dan Dinas Kesehatan yang telah mengambil sampel makanan dari PT BPN untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.
“Penyebab keracunan masih kami selidiki. Dugaan awal adalah makanan yang terkontaminasi bakteri atau bahan pangan yang sudah tidak layak konsumsi,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Lutfi Djafar mengatakan bahwa setelah terjadinya dugaan keracunan makanan di PT BPN, tim langsung melakukan investigasi dan mengambil sampel makan untuk diuji laboratorium.
“Investigasi sudah dilakukan kemarin setelah menerima laporan dari PKM Sagea, sekalian pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel sudah ambil dari kemarin dan pagi ini mau dibawa ke Balai POM, dan akan ada kejelasan setelah hasil pemeriksaan keluar,” ungkap Lutfi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!