Kepada wartawan Haliyora.id, Sartina Ade, ibu kandung dari Bunga mengungkapkan, aksi bejat suaminya itu dilakukan pada tahun 2022 lalu. Kejadian kedua terulang kembali pada Oktober 2024 lalu.
“Kami sekeluarga sekarang tinggal di kos-kosan di Waibulen, Halmahera Tengah. Kejadian ketiga pada Sabtu, 6 Januari 2025 lalu,” ungkap Sartina, Selasa (14/01/2025).
Sartina bercerita, pada Jumat malam itu, AK yang baru saja balik ke kosan mendapati Bunga sedang sendirian. Saat itu Sartina tidak berada di kosannya. Sekitar pukul dua malam, AK lalu melakukan aksinya. Mula-mula AK mencium kelamin (maaf) Bunga yang tertidur pulas. Karena kaget, Bunga lalu mendorong AK hingga membuatnya tersungkur.
Sadar atau tidak, usai melancarkan aksinya, AK kemudian mengambil wudhu lalu sholat. Usai sholat, AK meminta maaf kepada Bunga. Namun permintaan maaf AK ditolak. “Setelah itu, AK ambil pisau dan mengancam Bunga, dia katakan kalau Bunga beritahukan hal itu kepada saya dan kakaknya maka dia (AK) bunuh diri. Setelah itu Bunga lari keluar kamar tapi AK menahan pintu,” ungkap Sartina.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!