karena pertanian ini gabungan 3 dinas yang di dalamnya mempunyai SDM lebih dari 100 orang lebih, sehingga dalam 1 tahun memerlukan gaji itu sekitar Rp 10 miliar, tersisa Rp 15 miliar dan diperuntukan untuk aspirasi dan soal swasembada pangan, paling tidak kita mengoptimalkan lahan yang tadinya tidak digarap maka kita garap,” ujarnya.
Menurut Agus, di tahun 2024, dinas yang dipimpinnya mendapatkan DAK sebesar Rp 30 miliar. Total ada Rp 58 miliar yang digarap instansi tersebut. “Totalnya Rp 58 miliar yang digabungkan di dalam pembayaran gaji dan lain-lain. Tahun 2025 ini untuk pertanian tidak mendapatkan DAK,” tutup Agus. (Echal/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!