Tambatan Perahu Penghubung di Gamalama Tak Layak, Warga Harap Uluran Tangan Pemkot Ternate

Ternate, Maluku Utara – Pelabuhan penyeberangan Ternate-Tidore, tepatnya di Terminal Gamalama Kota Ternate, sudah lama tidak ada uluran tangan dari Pemerintah setempat.

Pelabuhan penghubung ini digunakan masyarakat Tidore yang berjualan dan yang bekerja di Kota Ternate, sehingga akses penghubung kedua pulau ini cukup membantu.

Selain itu, ada mahasiswa yang kuliah di Ternate, namun tinggal di Tidore, setiap harinya menggunakan transportasi laut dari Tidore Timur tepatnya di Kelurahan Cobo, sebagai transportasi yang mempermudah sampai ke tempat tujuan.
Salah satu mahasiswi asal Tidore Timur Mafututu, Sri, mengatakan setiap hari pergi-pulang kuliah lancar saja. “Paling setiap bulan bayar di juragan Rp 350.000,”ungkapnya.

BACA JUGA  Kawasan Khusus Sofifi Bakal Dipimpin Bersama

Informasi yang dihimpun di lapangan, Pelabuhan ini dibangun tidak ada campur tangan pemerintah. Menurut salah satu juragan kapal pengangkut penumpang Tidore-Ternate, Rahman, pelabuhan ini menjadi akses penting masyarakat.
“Torang sandar di sini tara bayar retribusi di Pemerintah Kota, tapi torang punya harapan kalau boleh Pemerintah Kota perbaiki karena ini akses penting masyarakat dari Tidore yang datang bajual di sini. Beberapa kali petugas datang foto tapi tarada tindak lanjut sampe so bebarapa tahun ini, kalau pemerintah suru torang bayar retribusi torang yang sandar di sini samua siap bayar asalkan dorang mau perbaiki,” tutur Rahman.

BACA JUGA  Mantan Jubir KPK RI jadi Pengacara, Muhaimin Syarif : Saya Bingung yang Mulia 
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah