Kebakaran di Maliaro Ternate, SPBU Batu Anteru Kena Imbasnya

Dikonfirmasi terkait tindak lanjut penanganan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Ternate IPTU Bondan Manikotomo mengaku bahwa yang jelas manajemen SPBU akan dipanggil. 

“Kita periksa SOP mereka, karena namanya Migas itu satu rangkaian makanya nanti kita lihat dulu manajemen mereka itu apakah sudah melaksanakan sesuai SOP atau tidak,” katanya. 

Menurutnya, dalam penanganan kasus ini sangat perlu ahli migas untuk mencocokan apakah SOP (Standar Operasional Prosedur) di SPBU itu cocok atau tidak. 

BACA JUGA  Terlibat Penipuan Tes CPNS, Oknum ASN Ternate Kena PDTH

Disentil apakah bila terbukti dalam pembelian dan penampungan BBM itu ilegal, kata Bondan, jika terbukti maka tentu ada sanksinya bagi pihak manajemen SPBU tersebut.

“Seperti kemarin contohnya di SPBU Kalumata itu kan, pihak manajemen ambil keuntungan dari situ. Cuma memang kalau sekilas di SPBU Batu Anteru saya belum tahu, karena belum periksa pihak manajemen SPBU Batu Anteru,” tegasnya. 

BACA JUGA  Ini Tempat yang Disiapkan Dinkes Ternate untuk Vaksinasi Covid-19, 800 Nakes Bakal Disuntik

Lanjutnya, sesuai keterangan dari pemilik mobil mikrolet yang juga terlapor sekaligus saksi I, dia mengaku saat membeli pertamax di SPBU Batu Anteru sesuai harga Rp 12.400 per liter. “Makanya nanti kita lihat apakah ada niat ambil keuntungan gak dalam proses pembelian dan pengangkutan BBM tersebut,” pungkasnya. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah