Ternate, Haliyora
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate siapkan 800 tenaga medis untuk divaksin setelah Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengeluarkan izin.
Hal itu disampaikan Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Anwar Kamaruddin, saat diwawancarai di halaman kantor DPRD kota Ternate, Senin (11/01/21).
“Sudah kita input sekitar 800 tenaga medis yang akan dilakukan vaksinasi duluan. Nama-nama mereka sudah kita kirim dan input melalui sistim informasi tenaga kesehatan, tinggal menunggu izin BPOM saja. Jadi kalau sudah ada izin BPOM, maka Kementrian Kesehatan akan melakukan edaran ke daerah,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, dinas kesehatan Kota Ternate telah menyiapkan tempat-tempat pelayanan vaksinasi yaitu di seluruh Puskesmas dan di Rumah Sakit, baik RSUD maupun Rumah Sakit Daerah. “Itu kita sudah buatkan SK-nya,” terangnya.
Anwar menyebut jumlah vaksin yang didistribusikan oleh pemerintah pusat ke Provinsi Maluku Utara sebanyak 7.160 vaksin. “Jadi nanti setelah ada izin baru pemprov distribusikan ke seluruh kabupaten/kota,” ucap Anwar.
Sementara menunggu izin BPOM tersebut, sambung Anwar, DPRD Kota Ternate meminta Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait vaksinasi tersebut.
“Ada juga rekomendasi dari Komisi III DPRD ke Dinkes untuk melakukan sosialisasi yang masif ke masyarakat terkait pelaksanaan vaksin.
Anwar juga menghimbau masyarakat mengecek kebenaran informasi-informasi yang berkembang di media tentang efek negatif dari vaksin sinovac. Karena menurutnya, informasi tersebut kebanyakan hoax.
“Kami berharap informasi-informasi di media sosial terkait dengan efek samping vaksin sinovac, tolong dicek, karena banyak yang bersifat hoax,” pungkasnya. (Echal-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!