Sebagai perempuan kelas pekerja yang berasal dari Maluku Utara, Tati sapaan akrab Hartati mengajak seluruh buruh di Maluku Utara untuk berorganisasi, bersatu dan berjuang bersama.
“Untuk kaum buruh Maluku Utara yang bekerja di perusahaan tambang, pelabuhan, pertokoan, jasa pengiriman, buruh tani, buruh perikanan, dan lain-lain. Mari berorganisasi kita sama-sama perjuangkan kesejahteraan dan kesetaraan,” tandas tati.
Di tengah problem buruh yang miris terjadi, lanjut Tati, maka FSBPI harus bersikap lebih tegas kepada pengusaha dan pemerintah di Maluku Utara, agar tidak sewenang-wenang menindas hak-hak buruh.
Ia juga menyatakan sikap sesuai tuntutan FSBPI untuk menolak kebijakan pemerintah pusat menaikkan PPN 12%. “Dalam kongres kami juga memperingati hari pergerakan perempuan, kemudian kami juga menyatakan sikap untuk segera bebaskan Septia dan tolak kenaikkan PPN 12%,” terangnya. (Mg04/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!