Menurut Nurlela, dirinya membina siswa-siswi dengan baik dan tidak mau membuat generasi Fogogoru putus sekolah. Sehingga mengambil satu kebijakan dan membuat aturan sekolah seperti dilarang berpesta, minum minuman keras dan kegiatan lain yang merugikan siswa.
“Nah yang terjadi berulang kali siswa pergi pesta sampai ke Haltim dan Saketa, itukan tidak bagus sehingga kita panggil dan menasehati mereka, bukan mengarahkan ke kandidat untuk coblos,” ujarnya.
Sebagai manusia biasa lanjut Nurlela, dirinya siap menerima fitnah tersebut. “Jadi saya tegaskan bahwa tidak benar saya arahkan siswa pilih nomor 3, itu tidak benar, dan saya siap menerima fitnah itu,” tandasnya. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!