Tak hanya itu, Kepsek juga mengatakan ini konsekuensi politik. Apabila siswa tak ikut arahannya maka siap menanggung resiko. “Kami dipanggil oleh Kepsek di ruangan, kemudian dia bertanya Pilkada ini kalian mau ikut siapa?, tapi kami tidak menjawab dan Kepsek langsung sampaikan kita harus ikut IMS-ADIL, kalau tidak meskipun ikut ujian, ijazah tidak akan dikasih,” ucap siswa mengutip pernyataan Kepsek.
Sementara Kepala Sekolah SMA IT Fagogoru, Nurlaela Hi. Tahir, dikonfirmasi secara terpisah menepis informasi dirinya mengarahkan siswa ke salah satu kandidat calon bupati dan wakil bupati Halteng.
“Itu tidak benar. Yang saya larang adalah soal pesta dan minum keras karena ini SMA Islam Terpadu maka kita punya tata tertib tersendiri. Ada tata tertib di sekolah kami bahwa kalau ada siswa yang bapesta ikut acara perkawinan dan minum minuman keras akan tidak ikut ujian. Karena ini sudah berulang kali bikin, bukan baru kali ini, jadi saya mohon tolong diklarifikasi,” ungkap Nurlaela, Kamis (07/11/2024).
Nurlaela mengatakan karena ini sudah terjadi maka dirinya ikhlas menerima tuduhan itu. Tapi yang jelas dirinya dan pihak sekolah tidak pernah mengarahkan siswa ke kandidat lain. “Yang saya sampaikan itu hanya hati-hati memilih pemimpin karena pemilik pemula. Bukan arahan ke Paslon nomor 3,” tegasnya.
“Iya, saya ikhlas apapun itu itu ujian Allah karena kita ini kan hanya manusia biasa pasti ada ujian, semoga akan hikmah berharga yang diambil dan dipetik,” sambungnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!