Di kesempatan tersebut, Sultan Husain Alting Sjah menceritakan bagaimana ia berjuang merebut partai politik agar dapat mengikuti kontestasi pilkada 2024.
Menurut Husain, dirinya maju dalam kontestasi lima tahunan itu tidak terlepas dari sejumlah alasan, antara lain, ingin Maluku Utara maju karena persoalan ketimpangan pembangunan mulai dari kesehatan, pendidikan, dan pelayanan birokrasi yang kurang sehat. Begitu juga bagaimana menjaga dan memelihara Adat se Atoran, serta menghilangkan mental korupsi, kolusi nepotisme (KKN) pejabat di pemerintahan.
“Saya ingin maju karena ada beberapa alasan di antaranya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan birokrasi yang masih terbilang jauh dari kata baik, serta memelihara birokrasi berdasarkan prinsip adat dan atoran, agar torang (kita) hilangkan yang namanya KKN,” kata Husain yang sambut teriakan warga ‘Ou harga mati’.
Sultan Husain Sjah juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditanyai oleh beberapa warga kenapa ia harus ikut kontestasi ini. Sebab jabatan Kolano yang diembannya saat ini adalah jabatan di atas dari segalanya. Ia menjawab bahwa dirinya tidak bisa berdiam diri jika melihat Bala Kusu se Kano-kano (rakyat) menderita dengan kebijakan pemerintah yang tidak mementingkan rakyatnya.
“Ada orang yang tanya saya, Ou kenapa ikut pilkada lagi, Ou pe jabatan itu di atas dari gubernur. Saya jawab saya harus terlibat dan ikut berperan untuk kepentingan umat, itu saya lakukan sama halnya dengan para nabi dan rasul, walaupun mereka telah dijamin Allah untuk masuk surga, akan tetapi hingga sepeninggalan mereka, mereka masih berjuang untuk umat. Apalagi saya Husain Sjah yang jabatannya hanya Kolano,” tutur Sultan yang disambut diiringi tangis dari sejumlah ibu-ibu yang hadir di kampanye. (Mg02/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!