Kampanye di Halmahera Selatan, Sultan-Asrul Serukan Bebaskan Malut dari Praktik KKN dan Penindasan

“Ada orang yang tanya saya, Ou kenapa ikut pilkada lagi, Ou pe jabatan itu di atas dari gubernur. Saya jawab saya harus terlibat dan ikut berperan untuk kepentingan umat, itu saya lakukan sama halnya dengan para Nabi dan Rasul, walaupun mereka telah dijamin Allah untuk masuk surga, akan tetapi hingga sepeninggalan mereka, mereka masih berjuang untuk umat, apalagi saya Husain Sjah yang jabatannya hanya Kolano” (Husain Alting Sjah)

Labuha, Maluku Utara – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), Nomor urut 01 Sultan H. Husain Alting Sjah dan an Asrul Rasyid Ichsan (Sultan-Asrul) berkunjung ke Kadaton Kesultanan Bacan Halmahera Selatan, Senin (21/10/2024).

BACA JUGA  Dipimpin Elang, BAPERA Malut Gelar Pelantikan November Mendatang

Setelah berkunjung ke Keraton Kesultanan Bacan, pasangan calon yang dikenal luas dengan akronim HAS Maluku Utara ini kembali menyapa masyarakat di Lapangan Merdeka, depan Kadaton Kesultanan Bacan, dalam agenda kampanye.

Dalam kampanye tersebut beberapa politisi menjadi juru kampanye (Jurkam) di antaranya, Naser Abusama, Muis Djamin, Abdurrahim Fabanyo, Salim Halik dan Kuntu Daud. Orasi mereka membakar semangat masyarakat Amasing Kota, terutama sejarah perjuangan panjang pemekaran dan ide besar untuk kemajuan.

Salah satu jurkam, Muis Djamin mengatakan bahwa perjuangan memekarkan Maluku Utara untuk melepaskan diri dari kemiskinan, serta memperbaiki pelayanan kesehatan, dan tata kelola pemerintahan yang tidak cenderung korup.

BACA JUGA  Warga Binaan Nasrani di Lapas Kelas III Labuha Dapat Remisi Khusus

Menurutnya, saat ini yang dilawan adalah penjajah, dan penjajah tersebut berada di tubuh birokrasi. Mereka adalah orang-orang yang senang dengan korupsi.

“Hari ini bapak dan ibu sekalian bahwa ide besar memperjuangkan pemekaran adalah terhindar dari kemiskinan serta pelayanan kesehatan yang memadai, serta melawan penjajahan yang saat ini berada di Maluku Utara. Mereka adalah orang-orang yang doyan dengan budaya korupsi,” kata Muis.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah