Menurut Damruddin, solusi yang diambil untuk menyelesaikan masalah aset ini adalah dengan dibentuk tim aset di internal Dikbud untuk mengidentifikasi semua aset-aset tersebut.
“Hampir setiap minggunya saya terus mengevaluasi tim aset sudah sejauh mana progresnya, agar mereka terus sampaikan progres dan kendalanya dimana itu yang akan kita selesaikan,” ucap Damruddin.
Dia mengakui bahwa selama ini tidak ada tim yang mengurusi soal aset-aset tersebut padahal nilainya cukup besar, dan juga menjadi atensi Komisi Pemberantasan Korupsi atau (KPK) sekarang ini. “Untuk itu kami tetap berupaya agar aset-aset ini segera diselesaikan, walaupun belum secara keseluruhan minimal ada progres,” pungkasnya. (RS/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!