Sofifi, Maluku Utara- Slogan‘Sofifi Rumah Kita’ yang dulu dikumandangkan oleh pemerintahan Gubernur Abdul Ghani Kasuba dan terus dilanjutkan oleh Penjabat Gubernur Samsuddin A. Kadir, sepertinya hanya menjadi kata manis tanpa makna nyata.
Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk menjadikan Sofifi sebagai pusat pemerintahan seakan-akan hanya sebatas wacana, tidak pernah terwujud secara konkret.
Keraguan terhadap keseriusan pemerintah provinsi semakin nyata ketika banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih memilih Ternate sebagai lokasi kegiatan mereka, meskipun sarana di Sofifi sudah memadai.
Salah satu contoh paling mencolok adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang justru menggelar kegiatan penting, yakni Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2024-2045, di Hotel Sahid Bela, Ternate, pada Senin (12/8).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!