Pemda Halsel Bakal Tutup Caffe yang Sediakan Ladies

Sekretaris Daerah Halsel, Helmi Surya Botutihe

Halsel, Haliyora

Setelah Satgas Covid-19 merazia para ladies di sejumlah caffe, Pemda Halmahera Selatan langsung bereaksi. Bahkan Bupati Bahrain Kasuba merasa terkejut mendengar ada ladies di caffe.

Bacaan Lainnya

Bupati Bahrain langsung memeritahkan jajarannya melakukan penertiban. Perintah Bupati itu dieksekusi Sekda. Dan pada Rabu (14/10/2020) kemarin Sekretaris Daerah Halsel, Helmi Surya Botutihe menggelar rapat bersama Kabag Humas Munjiburrahman, Kejari Halsel, Anggota Kodim Hamdi, Kapolres, Kabag OPS Sinar Samsu, Kasat Pol PP M Sugandi dan juga dihadiri ketiga pemilik Caffe yakni caffe Hoxx, Bungalow, dan Buana Lipu.

Pertemuan di ruang rapat sekda tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Sekda menegaskan akan menindak tegas pemilik caffé, jika kedepan ditemukan caffé menyediakan ladies. Ancaman serupa juga berlaku bagi pengunjung dan ladies yang kedapatan meminum minuman keras, menkonumsi narkoba atau memperjual belikan narkoba.

“Ini peringatan pertama dan terakhir. Jika kedapatan lagi pemilik caffe atau tempat hiburan lainnya menyediakan ladies, maka pemiliknya akan ditindak tegas, bahkan tempat usahanya langsung ditutup. Begitu juga pengunjung dan ladies yang kedapatan membawa dan mengkonsumsi minuman beralkohol serta narkoba, maka langsung ditindak, bahkan sampai dipidana. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda Halsel) dan izin SOP ,”tandas Helmi mengingatkan.

Lebih lanjut Helmi menegaskan, aktifitas prostitusi dilarang dan bisa masuk unsur pidana, kalau pemilik caffe atau tempat hiburan kedapatan ada transaksi narkoba, konsumsi miras maupun prostitusi. Ini sudah ada aturan dan sanksinya yang diatur dalam Peraturan daerah (Perda) tentang miras, narkoba dan prostitusi. Jadi kalau kedapatan akan ditindak tegas,”ujar Helmi menegaskan.

Terpisah, ketika dikonfirmasi Haliyora di kantornya, Rabu (14/10/2020), Kadis DPMPTSP Nasir J. Koda, menegaskan, apa yang ditegaskan sekda Halsel sebagai peringatan pertama dan terakhir, Jika kedapatan lagi, maka aparat tak segan-segan menindak sesuai Perda dan SOP.

“Kalau masih ditemukan lagi, maka akan ditindak tegas. Bahkan tempat hiburan akan ditutup dan pemiliknya bisa dipidana jika ditemukan kasus seperti disebutkan pak sekda tadi dalam rapat itu,” ujarnya.

Terkait razia ledies oleh Satgas Covid-19 beberpa hari lalu, kata Nasir, karena kasus razia ledies di beberapa caffe itu baru pertama kali, maka pihak pemda masih memberi peringatan. Jadi pertama ditegur dulu, tetapi kalau diulang lagi maka izinya dibekukan atau langsung ditutup.

“Jadi ini teguran pertama dan terakhir, kalau melanggar lagi maka langsung diberikan sanksi dan langsung ditutup usahanya,” pungkas Nasir. (Asbar-1)

Pos terkait