Sementara mantan Kepala BPKAD, Irawan Mansur begitu ditanyai wartawan mengaku sudah tak ingat lagi soal dana investasi itu. “Saya sudah tidak ingat lagi soal itu, memang benar ada investasi Rp 5 miliar ke Bank BPD waktu itu, cuma kalau soal hasilnya itu seperti apa saya sudah tidak tahu lagi, karena memang banyak makanya saya tidak ingat lagi, kalau kita mau ingat-ingat sebanyak itu kita bisa gila,” kata Irwan dengan nada sedikit bercanda.
Irawan justru meminta wartawan agar mempertanyakan hal tersebut ke Bupati Aliong Mus maupun pihak Bank sehingga informasi yang didapat lebih jelas.
“Lebih jelas tanya langsung saja kepada bupati karena bupati lebih tahu. Bupati bahkan setiap tahun ada rapat bersama dengan pihak Bank soal hasil investasi itu. Kalau tidak, tanya ke pihak Bank biar lebih jelas cara pembagian hasil seperti apa, dan sudah ada hasil ke Pemda atau belum,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Pulau Taliabu kepada Haliyora.id mencurigai ada yang tidak beres dengan investasi Pemda sebesar Rp 5 miliar di Bank BPD yang ujungnya berdampak pada pendapatan daerah.
“Kami mencurigai adanya indikasi investasi daerah di Bank BPD sebesar Rp 5 miliar tidak masuk dalam PAD sebagai perwujudan desentralisasi untuk pengembangan otonomi daerah,” tuding Sekretaris DPC GPM Pulau Taliabu, Jusril Ode, Rabu (31/7/2024).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!