Dia mengatakan dalam hasil reses pada beberapa bulan lalu, warga sempat mengeluhkan terkait kehadiran tambang PT. Aneka Niaga Prima. Mereka menolak keras kehadiran tambang di Pulau Fau karena pulau tersebut adalah paru-parunya warga Gebe.
“Hasil reses kemarin ada lima desa yang menolak keras, yaitu Desa Tacepi, Fanul, Paleol, Yam dan Desa Mamin. Kampung mereka itu cukup padat karena di depan Pulau Fau itu ibu kota kecamatan dan pasarnya berada disitu, makanya Pulau Fau ini ibarat benteng bagi mereka apalagi musim selatan (angin) karena cukup berdekatan, jika Pulau Fau dibongkar mau jadi apa masyarakat di sana,” kata Riswan dengan nada tinggi.
Kendati demikian, dirinya tak menampik bahwa memang ada sebagian warga yang setuju jika Pulau Fau dijadikan areal pertambangan. Mereka yang setuju ini rata-rata karena ingin mencari pekerjaan.
“Tapi yang miris lagi, ada sebagian warga bersedia bekerja padahal di sana (Gebe) banyak perusahaan kenapa tidak dikelola saja tapi harus bongkar yang baru lagi, karena banyak perusahaan di sana tidak jalan lagi kendalanya tidak tahu, itu ranahnya perusahaan,” tukasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!