Menurut Intan, belum terbayarnya sebagian jasa tenaga medis tersebut karena pihaknya harus melakukan permintaan secara bertahap melalui Dinas Keuangan. “Kan mintanya bertahap. Tetapi, nanti PAD kami masuk baru diminta lagi,” katanya.
Intan mengaku untuk sisa pembayaran jasa medis tersebut saat ini pihaknya tengah menyiapkan proses permintaan sehingga dirinya memastikan pembayaran akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Jadi kemarin sampai sekarang itu sudah terbayar sampai di bulan Juli 2023, tapi mungkin dalam waktu dekat ini, kalau bukan di minggu ini atau minggu depan kami akan minta permintaan sampai pada bulan Oktober 2023. Nah, kalau bulan Oktober sudah terbayar berarti sisa dua bulan, yakni bulan November dan Desember tahun 2023,” terangnya.
Sementara itu dirinya juga menjelaskan untuk pembayaran tahun 2024 yang hingga saat ini belum terbayar, dirinya beralasan pagu pembayaran jasa medis telah nihil dalam APBD 2024, sehingga harus menunggu anggaran perubahan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!