Samsuddin bahkan mengakui bahwa memang berdasarkan kesepakatan awal, pinjaman daerah tersebut di perioritaskan kepada tiga OPD akan tetapi dalam perjalanan ada perubahan karena melihat kebutuhan yang paling mendasar ada pada Dinas PUPR sehingga dana tersebut semuanya digeser ke Dinas PUPR.
“Sebelumnya itu memang di rencanakan pada tiga OPD yaitu Dishub untuk pembangunan tambatan perahu dan dermaga, kemudian Disperindagkop, untuk pembangunan pasar di 8 kecamatan dan PUPR untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, tapi karena dilihat jalan dan jembatan itu lebih penting dan mendasar makanya semua di alihkan ke PUPR,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu, Supraydno belum dapat di konfirmasi terkait progres pekerjaan fisik yang didanai oleh dana pinjaman daerah ini.
Kepala Dinas, Supraydno sementara masih berada di luar daerah, sementara Kepala Bidang Bina Marga, Sudarman tidak mau memberikan tanggapan apa pun.
“Tunggu Kadis datang sudah, saya tidak mau bicara soal itu,” uangkap Sudarman, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pulau Taliabu yang ditanyai wartawan. (RHM/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!