Halsel, Haliyora
Angin kencang disertai puting beliung kembali mengacak-acak Desa Siko Kecamatan Kayoa. Pusaran angin berbentuk awan bergulung-gulung itu menghantam dan merusak 27 rumah warga di desa itu, Sabtu kemarin (12/06/2021), sekitar pukul 18.30 WIT
Kepala Desa Siko, Hj. Satria Hi. Madi kepada Haliyora menginformasikan angin puting beliung merusak 27 unit rumah warga, namun tak ada korban jiwa.
“Angin merusak 27 rumah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,”ungkap Satria, Minggu (14/06/2021)
Satria menceritakan angin kencang disertai puting beliung menerjang kampung di pesisir pantai itu menjelang waktu magrib (pukul 18.30). Warga sangat ketakutan, mereka mengira angin akan merobohkan masjid.
“Bayangkan, atap rumah sebagian warga tercabut dan diterbangkan sehingga tidak bisa ditinggali lagi,” cerita Kades via sambungan telepon.
Dikatakan, dari 27 rumah yang rusak, ada sembilan rumah rusak berat, 18 rusak sedang dan ringan. “Sembilan rumah rusak berat itu tidak dapat ditempati lagi,” ungkapnya.
Kades dan masyarakat Siko, terutama warga yang terdampak mengharapkan Pemda Halsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) datang untuk melihat langsung dampak kerusakan akibat bencana alam tersebut.
“Pemerintah Desa Siko dan warga yang terdampak ini berharap BPBD Halsel turun tinjau lokasi rumah warga yang terdampak bencana ini,” imbuhnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (13/06/2021),) atas musibah puting beliung di Desa Siko tersebut, Sekertaris BPBD Halsel, Muhammad Ichwan mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan atas musibah tersebut.
“Kami belum terima laporan tentang bencana angin puting beliung di Desa Siko itu. Jika dapat laporan, maka BPBD pasti langsung kerahkan tim Satuan Tugas Tanggap Bencana (TRC) ke lokasi kejadian. Jadi informasi ini akan kami sampaikan ke TRC, kalau benar maka tim segera ke lokasi,” ujarnya. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!