Ulia bilang, untuk memastikan bahwa penyakit tersebut sudah menjalar, harus dideteksi dengan peralatan yang lebih canggih. “Harus menggunakan alat laparoskopi. Hanya saja di RSUD Sanana belum punya alat tersebut,” sebutnya.
Menurut Ulia, jika dokter melanjutkan operasi ditakutkan berdampak tidak baik terhadap pasien. “Penyakit sudah menjalar ke tempat lain. Makanya Dokter harus menghentikan proses operasi. Karena takutnya menimbulkan dampak buruk,” terang Ulia.
Untuk pasien yang tak bisa melanjutkan operasi ini, kata dia, tetap dirawat di RSUD Sanana untuk penyembuhan dan selanjutnya akan dirujuk ke RSUD Ambon untuk tindakan medis selanjutnya.
“Ini adalah tanggung jawab kami. Kami akan berkoordinasi dengan pihak RSUD Ambon, untuk memudahkan proses operasi di Ambon,” tukasnya.
Sementara itu, direktur rumah sakit Sanana ini juga meminta maaf kepada pasien yang mengeluhkan pelayanan di RSUD tersebut termasuk insiden pengusiran salah satu keluarga pasien inap Kamis tadi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!