Disisi lain, Dandim 1505/Tidore, Letkol Kav Calter Purba mengatakan, kegiatan pengamanan dalam mengawal Natal dan Tahun Baru di Pulau Tidore sendiri tidak terlalu beresiko.
Sebaliknya, pengamanan lebih diperketat di wilayah pada umumnya karena mayoritas penduduk heterogen. “Ada penduduk Muslim dan juga ada Nasrani sehingga ini yang jadi prioritas,” ujarnya.
Sementaara Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta yang telah melakukan Rakor dalam rangka pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru 2024 di Kota Tidore Kepulauan. Dengan Rakor ini diharapkan dapat mengetahui betul berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, serta sejauh mana langkah antisipasi yang diambil.
“Melalui beberapa pihak dan dinas terkait, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan turut mendukung kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yaitu pada tanggal 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024, jika ada hal-hal lain yang perlu dikoordinasikan kami siap berkoordinasi,” ucap Abdul Hakim. (RY/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!