Anggota DPR RI, Mercy Barends menuturkan, tujuan program ini adalah untuk bisa memberikan akses keadilan energi, khususnya energi listrik bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama masyarakat di daerah Indonesia Timur. Berkat dorongan yang dilakukan, sehingga pada 2022 nomenklatur pertama dalam sejarah Indonesia menghadirkan program BPBL.
“Jadi, saat Kita membuka pembahasan APBN 2022, Nomenclature ini kemudian pertama Kali dibuka dalam sejarah Indonesia, yaitu BPBL. Di Maluku ini sudah masuk tahun kedua, tahun sebelumnya kurang lebih 1.900an dan di 2023 sebanyak 3.000an,” terangnya saat menyalakan secara simbolis listrik gratis bagi warga di Desa Nukuhai.
“Ini merupakan kerja sama Komisi VII dengan Kementerian ESDM berkolaborasi dengan PT PLN (Persero), Kita memastikan program BPBL terus merambah rumah-rumah keluarga miskin. Program ini tujuannya adalah untuk bisa memberikan akses keadilan energi, khususnya energi listrik bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama masyarakat di daerah Indonesia Timur,” sambungnya.
Senada dengan itu, Koordinator Perencanaan Distribusi Tenaga Listrik, Budianto Hari Purnomo mengaku dari awal inisiasi program bantuan listrik gratis ini, kerja sama yang dibangun bersama Komisi VII dan PT PLN sebagai motor penggeraknya sangatlah baik. Sehingga tujuan untuk melistriki masyarakat di daerah 3T bisa direalisasikan.
“Awal mula, ini adalah inisiasi dari DPR RI Komisi VII, yang sebenarnya program dari DJK bekerja sama dengan Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) untuk melistriki masyarakat yang masih belum mendapatkan akses listrik. Sehingga program ini diluncurkan di awal tahun 2022 atas inisiasi Komisi VII DPR RI Bidang Energi,” ujar Hari.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!