Sanana, Maluku Utara- Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Sanana dan sejumlah warga Desa Leko Kadai, Kecamatan Mangoli Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantpr Inspektorat, Jum’at (26/11/2021).
Masa aksi meneriakkan dugaan korupsi Dana Desa (DD) oleh Kades Leko Kadai Amrin La Ode Meko Arham.
Inspektorat dimimnta mengaudit penggunaan Dana Desa (DD) dan anggaran Dana Desa (ADD) Kades Leko Tahun Anggaran 2018, 2019 dan 2020.
“Aksi ini terakit penggunaan DD dan ADD 2018, 2019 dan 2020 Desa Leko Kadai senilai 400 juta yang dinilai fiktif. Itu diluar gaji aparat desa. Jadi kami minta Inspektorat bentuk tim untuk melakukan audit,” ungkap Saleh, kordinator aksi dalam orasinya.
Saleh dalam orasinya juga menyebut Kades Leko Kadai Amrin La Ode Meko Arham melakukan nepotisme dalam pemerintahannya dengan mengangkat anaknya menjadi bendahara desa.
“Bukan hanya itu, pada tahun 2018 kemarin Kades Leko Kadai Amrin La Ode Meko Arham juga menunjuk anaknya menjadi ketua tim pelaksana kegiatan. Masa bapaknya sebagai Kades lalu anaknya diangkat sebagai bendahara desa. Makanya kami minta Pemda mengevaluasi Kades tersebut.
Sementara, kepada masa aksi, Inspektur Pembantu I Dede Kader Nuh berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tersebut
“Kami akan tidaklanjuti tuntutan masyarakat untuk melakukan audit. Nanti pak kepala Inspektorat datang barulah kita membuka LHP-nya supaya kita semua tau apakah ada temuan penyalahgunaan Dana Desa atau tidak,” janji Dede. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!