Dari RSUD Sofifi hingga Chasan Boesoirie, Kaban BPKAD Malut Beberkan Keinginan DPRD

DPRD meminta pembangunan RSUD Sofifi yang saat ini bekerja sama dengan SMI kalau bisa dihentikan, untuk skema pembayaran nanti kita atur. Saran DPRD kalau bisa BLUD RSUD harus di cabut baru intervensi daerah masuk tapi itu juga harus memakai APBD-P tahun 2023

Ahmad Purbaya (Kepala BPKAD Malut)

Sofifi, Maluku Utara- Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku Utara, Ahmad Purbaya, mengakui bahwa ada dua hal yang disoroti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi.

BACA JUGA  30 Pegawai P3K Haltim Terima SK 100 Persen

Kedua persoalan ini yaitu pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sofifi yang menggunakan anggaran pinjaman dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan persoalan yang melilit RSUD Chasan Boesoirie di Kota Ternate. 

“Jadi kedua permasalahan itu yang menjadi sorotan dari DPRD pada saat rapat tadi. Kita upayakan dalam waktu dekat akan mengadakan rapat kembali dengan Dinas Kesehatan, Inspektorat, dan DPRD,” kata Ahmad Purbaya usai mengikuti rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) di kantor DPRD Malut, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA  DAK Diduga Bermasalah, Kadikbud Malut Minta KPK Turun Tangan

Purbaya menyebutkan, yang menjadi tanda tanya DPRD adalah soal uang muka pekerjaan RSUD Sofifi, dimana telah dicairkan Rp 18 miliar oleh SMI ke Dinas Kesehatan Provinsi Malut sebagai pihak yang berwenang mengerjakan proyek tersebut, namun pekerjaannya tidak berlanjut.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah