Kata Ichwan, volume talud yang akan dibangun ini sekitar 680 meter. “Berdasarkan hasil konsultasi dengan BPBD Malut ditargetkan talud penahan ombak tanggap darurat di Desa Laiwui volume pekerjaannya sekitar 680 meter,” katanya.
Menurut Ichwan, talud penahan ombak di Laiwui sudah berulang kali ambruk akibat dihantam gelombang pasang dan banjir rob. “Iya, ambruknya talud penahan ombak itu akibat bencana gelombang pasang dan banjir rob di Desa Laiwui bahkan kejadiannya sudah berulang kali,” akuinya.
Diwawancarai terpisah, Kades Laiwui, Abdul Kahfi mengaku tim BPBD Malut dan BPBD Halsel sudah turun melakukan MC-O sekaligus pengukuran kerusakan talud penahan ombak.
“Iya, saya juga ikut mendampingi pada saat kedatangan tim BPBD Pemprov Malut melakukan MC-O talud pantai yang ambruk dihantam banjir rob dan gelombang pasang,” terangnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!