Nona mengatakan, di kalangan pendidikan khususnya sekolah penggerak, ada namanya Dewan Komite Pembelajaran (DKP). Dewan ini khusus dibentuk untuk melatih guru sekolah penggerak.
Nona bilang, program guru penggerak di bawah naungan DKP sudah berjalan selama empat tahun belakangan ini dan diakui ada kemajuan yang berarti.
Dengan kata lain, jika ada pergantian pimpinan kepala sekolah, tentu seluruh program yang digagas para guru sekolah penggerak ini akan sia-sia, apalagi kepsek baru ini latar belakangnya bukan berasal dari guru atau sekolah penggerak.
Tak cuma itu, imbas lain dari pergantian kepsek ini juga berimbas pada alokasi anggaran dari pemerintah pusat yang diterima sekolah penggerak yang telah menjalankan program dan sudah berjalan itu.
“Apa yang telah direncanakan akan sia-sia kalau kepala sekolah baru itu bukan dari sekolah penggerak, maka ibarat kami buang usaha selama ini seperti buang garam ke laut, program sekolah penggerak akan stop, bahkan kerugiannya adalah daerah karena akan mengembalikan uang ke kas negara, tetapi ini tidak masalah, yang kami inginkan yaitu kepala sekolah jangan diganti,” kata Nona.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!