Lanjut Buhari, paradigma penanganan bencana yang menekankan pada aspek tanggap darurat telah bergeser kepada paradigma manajemen penanganan risiko bencana yang mempunyai kompetensi mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Mengacu pada hal tersebut, maka sebagai lembaga yang relatif baru, BPBD dituntut untuk terus mensosialisasikan keberadaannya baik fungsi dan peran.
“Salah satunya adalah melalui kegiatan pelatihan seperti ini yang diharapkan dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam penanganan bencana sehingga bisa memenuhi standar minimal pelaksanaan penanggulangan bencana,” pungkasnya. (RSF/PN-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!