“Iven Bacan membaca ini akan berlanjut setiap tahun, memang agenda literasi di Halsel butuh aktor yang menggerakan dengan memanfaatkan ruang publik yang sudah tersedia di Ibukota Saruma Halmahera Selatan. Selain itu, kita berupaya membedah tokoh Boki Fatimah dan Oesman Sadik untuk kemudian didorong jadi pahlawan nasional,” tutur Darmin.
Menurut Darmin, selain Sultan Muhammad Oesman Sadik, sosok Boki Fatimah yang juga istri Tirto Adhi Soerjo sebagaimana digambarkan dalam buku Pramoedya ‘Jejak Langkah’ ditulis secara detail bahwa Boki Fatimah pernah menjadi redaktur media perjuangan Medan Priyayi.
“Boki Fatimah bukan hanya redaktur media Medan priyayi tapi juga foundeng yang berkontribusi langsung membiayai media perjuangan saat itu mendukung perjuangan suaminya di era pra kemerdekaan,” tandasnya.
Sebagai informasi, Princess Fatimah (Boki Fatimah) atau akrab dikenal orang Bacan menyebut Prinses van Kasiruta. Boki merupakan gelar untuk putri raja atau putri bangsawan istana. Boki Fatimah adalah putri dari Sultan Bacan, yaitu Sultan Muhammad Oesman Sadik, yang namanya diabadikan untuk nama bandara di Pulau ini. Ia juga adik kandung dari Sultan Oesman Sjah yang kemudian naik takhta pada 1900 setelah sang ayah wafat. (RA-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!