Selanjutnya akan mewacanakan diskursus tema lebih spesifik terkait rencana mendorong Oesman Sadik dan Boki Fatimah sebagai pahlawan nasional
Darmin Hi. Hasyim (Penggagas Bacan Membaca)
Labuha, Maluku Utara- Gerakan Literasi Saruma (Gelisa) bersama sejumlah pegiat literasi di Ibukota Halmahera Selatan memanfaatkan ruang publik kawasan Zero Point untuk ‘Bacan Membaca’ (Babaca).
Penggagas Bacan Membaca (Babaca), Darmin Hi. Hasyim saat diwawancarai Haliyora Kamis, (13/4/2023) kemarin mengatakan, ide awal Babaca ini lahir dari diskusi kecil di berbagai kesempatan.
Rutinitas ini dilakukan setiap minggu bersama sejumlah kaum muda yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Literasi Saruma (Gelisa). Saban hari, lahirlah konsep Bacan Membaca atau Babaca.
“Jadi, wacana hingga pelaksanaan Bacan Membaca lahir dari kesadaran moril sekelompok kaum muda hingga punya inisiatif bentuk iven literasi, alasan pertama secara teologis perintah babaca ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam surat Iqro artinya bacalah. Selanjutnya alasan history kami menjadikan Princess Fatimah (Boki Fatimah) salah satu tokoh perempuan yang layak dijadikan spirit kaum muda di Halmahera Selatan,” papar Darmin.
Kata Darmin, tema kegiatan Bacan Membaca yang digelar perdana ini masih bertajuk umum yaitu Buku, Musik dan Sastra, selanjutnya akan mewacanakan diskursus tema lebih spesifik terkait rencana mendorong Oesman Sadik dan Boki Fatimah sebagai pahlawan nasional.
Kata Darmin, alasan komunitas ini mendorong kedua tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional karena di Halsel sejauh ini krisis akan tokoh yang dijadikan teladan, berbeda dengan Ternate dengan Sultan Baabullah dan di Tidore dengan Sultan Nuku.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!