Lampu Ela-Ela Mulai Menjamur di Ternate

Ternate, Maluku Utara- Malam ela-ela atau menyalakan obor (tradisi daerah) di waktu malam Lailatul Qadar sudah menjadi tradisi masyarakat umumnya di Maluku Utara tidak terkecuali di Kota Ternate.

Amatan haliyora.id, Jum’at (14/4/2023), sepanjang trotoar di depan Kantor BPKAD Kota Ternate atau tepatnya di Jalan Yoe Soedarso, lampu ela-ela sudah banyak dijajakan para pedagang.

Pernak-pernik ramadhan yang dijual tersebut tak hanya satu ragam saja, namun mulai dari bekas botol kaca minuman bermerek, kaleng rokok hingga bambu, dihiasi dengan bermacam bentuk dan diberi sumbu. Fungsi sumbu yang dipasang di lampu ela-ela ini berfungsi sebagai penerang ketika dinyalakan dengan korek api. Namun terlebih dahulu harus diisi dengan minyak tanah.

BACA JUGA  Fatayat NU Maluku Utara Serukan Lawan Politik Uang dan Isu Sara

Salah satu penjual lampu ela-ela, Ainiy, yang ditemui Haliyora mengatakan, lampu ela-ela ini terbuat dari bekas botol minuman, kaleng rokok dan bambu kemudian dirakit sedemikian rupa, sehingga dijadikan lampu ela-ela. 

Disebutkan, harga lampu yang dijual ini per satu set dengan 4 buah lampu dibanderol seharga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, tergantung besaran dan model hiasan. 

BACA JUGA  Langka! Harga BBM di Sanana Mencekik

“Tergantung model hiasan, begitu juga bambu ini kan kita beli di tetangga, jadi kalau dengan patokan harga Rp 50 sampai Rp 100 ribu itu juga wajar,” katanya. 

Kata Ainiy, lampu ela-ela ini biasanya mulai dijual seminggu jelang malam Lailatul Qadar, sehingga masih ada kesempatan bagi pembeli untuk memilih hiasan lampu yang akan dibeli. 

“Kita sudah jualan lampu ini dua hari lalu, dan ini dijual hingga malam Lailatul Qadar,” tandasnya. (RUL-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah