Langka! Harga BBM di Sanana Mencekik

Sanana, Maluku Utara- Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Sanana memaksa para pengecer di kota itu menaikkan harga hingga Rp 23 ribu per botol. Para pengecer ini terpaksa menjual Pertalite dengan harga tinggi lantaran BBM jenis ini sulit sekali ditemui di dalam kota.

Adapun harga Pertalite yang dijual ini dengan harga berbeda. Misalnya, untuk ukuran botol penuh (botol aqua red), dijual dari harga Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu tergantung takaran, sedangkan per liternya dijual Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Sementara, untuk BBM jenis Pertamax dijual dengan harga Rp 20 ribu perliter, sedangkan ukuran botol penuh dijual Rp 25 ribu.

“Kalau botol ful, untuk Pertalite dijual dengan dengan harga Rp 23 ribu. Sedangkan kalau berkurang sedikit bawah penutup botol aqua dijual Rp 20 ribu. Bila takaran sedang dijual dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” aku salah seorang pengecer kepada Haliyora, Jumat (10/6/2022).

BACA JUGA  BBM Langka Diakhir Tahun, Warga Morotai Sebut Ini Paling Parah

Amatan wartawan, tampak kelangkaan BBM dalam kota Sanana mengakibatkan antrian panjang di SPBU hingga puluhan meter. Diketahui, harga BBM saat ini di Kota Sanana yang dijual di SPBU untuk BBM jenis Pertalite Rp 7.650 per liter, Pertamax Rp 12.750 per liter dan Dexlite Rp 13.250 per liter.

GM, Salah seorang petugas SPBU Sanana saat ditemui Haliyora mengaku, minimnya pasokan BBM di dalam kota Sanana akibat distribusi BBM dari depot Pertamina di Pohea Kecamatan Sanana ke SPBU sering mengalami keterlambatan.

“Pelayanan SPBU dibuka pagi jam 7 dan ditutup pada jam 10 malam. Hanya saja distribusi dari Pertamina ke SPBU yang sering terlambat mengantar,” ungkap GM, salah seorang operator SPBU, (10/6/2022).

Selain itu, pasokan BBM dari Pertamina Pohea juga tidak sesuai dengan permintaan dari SPBU Sanana. Akibatnya, stok yang tersedia di SPBU Sanana tidak mencukupi kebutuhan konsumen di kota itu hingga menyebabkan antrian panjang.

BACA JUGA  Jam Kerja ASN di Tikep Berubah Mulai 1 Juni 2023

“Misalnya hari ini diantar, stok BMM tak bisa sampai dua hari. Satu hari itu langsung habis. Kalau pun sisa, paling sedikit. Otomatis, keesokan paginya kita harus menunggu stok baru masuk. Nah, menunggu itu yang sering bikin antrian panjang,” aku GM Salah seorang petugas SPBU (9/6/2022).

Dia menambahkan, kapasitas tengki milik SPBU Sanana untuk Pertalite dengan volume 20 ton, Pertamax 15 ton dan Dexlite 15 ton. Namun permintaan tersebut katanya, kerap mengalami kekurangan volume dari permintaan SPBU.

“Tengki untuk Pertalite berkapasitas 20 ton, Pertamax 15 ton dan Dexlite 15 ton. Biasanya Pertalite itu satu hari 10 ton sampai 15 ton. Itu juga kadang habis tergantung SPBU beli berapa. Kita mau beli sesuai kapasitas tengki tapi kalau kemampuan daya beli kita tidak cukup bagaimana. Prinsipnya, kita juga tidak mau terjadi antrian panjang di SPBU, tapi mau bagaimana, begitulah kondisinya,” keluh GM. (Sarif-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah