Terpisah Cakades petahana Mahmud Hi Umar mengaku tidak keberatan pelaksanaan PSU. Hanya saja, pinta Mahmud, tidak dikacaukan seperti yang dilakukan Cakades lain dan massa pendukungnya.
“Harusnya, PSU kemarin itu dijalankan secara damai dan tertib. Diawasi ketat oleh panitia Pilkades Karamat dan panitia Kabupaten (DPMD) secara demokratis jujur dan adil sehingga tidak ada indikasi kecurangan,” ucap Mahmud.
Meski legowo tetap dilaksanakan PSU, dirinya menyesalkan proses pemilihan yang belum selesai tetapi sudah diambil alih Kabupaten karena ada ricuh pendukung. “Bahkan Irwan ikut terlibat ricuh padahal permintaannya harus PSU,” paparnya kesal.
Kondisi ini membuat dirinya menduga ada indikasi sengaja diseting ricuh oleh pendukung Cakades lain. Namun, oleh Mahmud, pihaknya tetap bijak mengikuti keputusan Bupati Halsel berdasarkan hasil PSU yang sudah diambil alih itu.
“Kami meminta Panitia Kabupaten tidak lagi adakan PSU. Apalagi membuka kotak suara karena sebagian pendukung saya belum ikut coblos tapi sudah di take over ke Kabupaten. Kami tetap mendukung kebijaksanaan pak Bupati melihat keadilan dan demokrasi di tingkat desa. Menang tetap menang, kalah tetap kalah,” imbuhnya sambil berharap bupati bersikap secara bijak dan adil. (RA-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!