Sama dengan Eta Wai Sangiwa, Labadi, sang putra Raja Banggai juga berubah menjadi batu. Lokasinya berada di sebelah kiri Eta Wai Sangiwa sehingga disebut sebagai Batu Banggai (Fat Banggai). Keduanya terletak di sebelah kanan Desa Waisakai, sekitar dua kilometer.
Konon, nasib Mata Mit dan Fina Bot, orang tua dari Eta Wai Sangiwa juga berubah menjadi batu setelah berupaya mencari anaknya yang hilang itu.
Upaya Mata Mit dan Fina Bot membuahkan hasil. Mereka menemukan Eta Wai Sangiwa di lokasi tersebut, namun sudah dalam keadaan membatu.
Kedua orang tua tersebut memeluk anak kesayangannya itu dan berhari-hari mencurahkan air mata, berdoa kepada Tuhan meminta pertolongan agar anaknya kembali seperti semula, tapi apa daya permintaan mereka tak kesampaian.
Mereka akhirnya mengalah dan memilih tak lagi kembali ke Wai Tina dan bertahan di Uma Nahu (Rumah Panjang) di antara Desa Kou dan Waitamela (Mangole Timur), hingga akhirnya mereka juga turut menjadi batu. Mata Mit menjadi Fat Mit (Batu Itam) dan Fina Bot menjadi Fat Bot (Batu Putih). Kedua batu ini berdiri menjulang di pesisir pantai desa setempat. Batu-batu ini kini sudah menjadi objek wisata di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula. (RSF-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!