Ternate, Maluku Utara-Terus menerus diberi janji terkait pembayaran Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang sudah tertunggak selama 15 bulan, membuat pegawai atau tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoeri, minta kepastiannya.
Tidak tanggung, para Nakes yang saat ini sedang memboikot pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama dua hari itu, meminta apa yang dijanjikan terkait pembayaran TPP mereka dituangkan dalam bentuk surat keputusan oleh Gubernur Maluku Utara (Malut).
Salah satu Nakes yang tidak mau namanya dituliskan, pada Haliyora.id menyebut jika mereka (para Nakes) bersepakat tidak akan menerima janji-janji pembayaran lagi.
“Janji ini sudah berulang ulang. Kami selalu dijanji akan dibayar pada bulan ini bulan itu. Tapi faktanya janji tersebut tidak terealisasi dan bahkan janji ini sudah bertahun tahun,” ucap Nakes tersebut
Ucapan Nakes itu sendiri merespon hasil pertemuan pihak pengunjuk rasa dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Malut, Samsudin Kadir, pada 21 januari 2023 lalu, dimana para Nakes dijanjikan TPP-nya akan dibayarkan pada Februari 2023 untuk tiga bulannya.
Namun sepertinya para Nakes butuh jaminan jika TPP yang sedang mereka perjuangkan itu benar-benar akan dibayarkan pemerintah. “Kalau memang betul Pemda akan bayar bulan depan, kita butuh jaminan gubernur buat satu surat keputusan yang menerangkan dibayar pada bulan apa,” cecarnya.
Dirinya berharap gubernur bertemu dengan para Nakes agar poin-poin penting yang nantinya akan disampaikan bisa didengar langsung Gubernur. “Jadi terserah pertemuannya di mana. Mau di kantor Gubernur ka, atau di mana saja kalau gubernur tidak bisa ke RSUD,” jelasnya.
Selanjutnya sesuai dengan janji gubernur akan merombak seluruh direksi yang ada di RSUD. “Tapi faktanya sampai sekarang hal itu tidak dilakukan jadi tetap pemboikotan ini akan terus dilakukan,” pungkasnya. (Sam-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!