Ternate, Maluku Utara-Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut), Kuntu Daud, menghimbau agar para pegawai atau tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoeri yang sedang melakukan unjuk rasa di rumah sakit tersebut untuk bubarkan diri.
Selain karena pembahasan terkait dengan pembayaran Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang menjadi tuntutan dalam aksi Nakes tersebut sudah terjawab, hal itu diminta ketua DPRD demi tidak menghalangi pasien atau pengguna fasilitas rumah sakit yang membutuhkan perawatan.
“Kami meminta agar petugas kesehatan yang melakukan aksi menduduki IGD RSUD Chasan Boesoerie agar bubar karena itu menghalangi orang yang ingin berobat,” tegas Kunti Daud pada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Malut di Sahid Hotel Ternate, Minggu (22/01/2023) malam.
Selaku ketua DPRD, Kuntu mengaku secara tegas telah mendesak Pemprov atau Gubernur Malut untuk segera memenuhi tuntutan Nakes pengunjuk rasa dalam hal pembayaran TPP mereka. “Entah dengan cara apapun, harus dibayar,” ujar politisi PDIP itu.
Mengingat sudah ada niat dari Pemprov untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut, Kuntu berharap para Nakes kooperatif sehingga tidak perlu ada tindakan tegas yang harus dilakukan untuk membubarkan aksi tersebut. Bahkan Kuntu mengaku telah meminta pihak kepolisian agar diarahkan ke lokasi aksi untuk tidak ada lagi aksi unjuk rasa di rumah sakit tersebut.
“Tujuannya agar biasa mengamankan IGD. Kemarin belum ada keamanan jadi besok (Senin) nanti kami meminta kepada pemerintah provinsi agar menurunkan petugas keamanan. Jika ada yang memprovokasi agar ditangkap saja,” pungkasnya. (DR-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!