Ngaku Isu Pungli di BKD Ada, THK2 Sebut untuk Lancarkan Input Data

Morotai, Maluku Utara- Pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pulau Morotai, Musriyana Nabiu, yang menyebut bahwa tidak ada praktik pungutan liar (pungli) atas biaya pengurusan administrasi bagi Tenaga Honorer Kategori-2 (THK2) di instansinya, dibantah oleh sejumlah THK2 berijazah SMA.

“Pernyataan Kaban BKD tidak benar. Soalnya kami yang alami dan jadi korban pungli oleh sejumlah oknum pejabat di lingkup BKD Pulau Morotai. Jadi terkait dengan pungli itu benar,” bantah salah seorang honorer yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Kamis (15/12/2022).

Dikatakan oleh sumber tersebut, bahwa pada saat pengurusan administrasi THK2 beberapa bulan yang lalu, dirinya bersama beberapa THK2 lainnya sempat berada di dalam ruangan kantor BKD dimana ada salah satu pejabat BKD yang meminta agar diberikan harga rokok atau rokok.

BACA JUGA  Aksi Crosshijabers di Ternate Terhenti di Tangan Polisi

Saat ditanya kenapa harus mau mengikuti permintaan tersebut, hal itu terpaksa dilakukan. “Kami khawatir (takut) jangan sampai nama kami tidak terinput (didata). Soalnya dari BKD bilang nama kami belum terinput sehingga kasih rokok dengan bungkus-bungkus, dan bahkan sebagiannya kasih uang.” ucapnya.

Selain itu, sumber tersebut juga mengaku bahwa dirinya telah membelikan puluhan bungkus rokok untuk itu. “Saya kasih rokok itu paling banyak. Kalau dihitung dalam bentuk rupiah itu barangkali sudah menjadi 300 sampai 400 ribu rupiah,” akunya.

BACA JUGA  DPRD Sula Soroti Sejumlah Proyek Sekolah Tak Tuntas, Sebut Ada Fee 10 Persen

Hal senada juga disampaikan oleh sumber lainnya. Dan permintaan itu juga datang pejabat yang sama untuk stafnya.

“Saya juga kasih rokok. Alasannya supaya mereka tidak ngantuk dan kerja serius. Ya kalau dihitung dalam bentuk rupiah itu, uang saya sudah keluar sudah sekitar 400 sampai 500 ribu rupiah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Musriyana Nabiu ketika dikonfirmasi melalui via whatsApp, dirinya hanya meminta wartawan untuk datang ke kantor.

“Jadi, kalau bisa sadiki datang ke kantor supaya tong bacarita (kita bicarakan, red),” ucap singkatnya. (Tir-3)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah