Tidore, Maluku Utara- Pasokan BBM jenis pertamax khususnya di Kecamatan Oba Utara dua pekan terakhir mulai mengalami kekurangan. Akibatnya sejumlah warga mengaku sulit mendapatkan BBM jenis pertamax. Meski BBM jenis lain seperti pertalite juga tersedia di SPBU Galala, namun untuk mendapatkannya, para pengendara harus mengantri berjam-berjam untuk mengisi BBM jenis ini.
Warga mengaku kendati harga pertamax terbilang mahal dibanding dengan pertalite, akan tetapi untuk menghindari antrian kendaraan yang begitu padat mau tak mau pertamax menjadi solusi bagi mereka.
“Kalau mau mengisi pertalite itu mudah tapi menyita waktu karena antriannya padat. Makanya mau tak pertamax solusinya meski mahal dibanding pertalite, tapi sudah dua pekan lebih pelayanan untuk pertamax belum dibuka, katanya pompa untuk pertamax nya mengalami kerusakan,” keluh salah seorang warga, Sabtu (8/10/2022).
Selain di SPBU Galala, BBM jenis pertamax juga tersedia di APMS Guraping. “Tapi sayang, kami jarang mendapatkan BBM karena penjualannya cepat habis, katanya jatah BBM nya untuk orang-orang tertentu atau pengecer sja, makanya cepat habis, palingan dua hari atau tiga hari sja, padahal kuotanya puluhan ton,” ungkap salah seorang warga yang enggan namanya dipublis.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Kecamatan Oba Utara yang notabenenya adalah pusat aktifitas Pemprov Maluku Utara, Pertamina menghadirkan 2 unit Pertashop di Kecamatan Oba Utara yakni di Kelurahan Sofifi, dan Desa Akekolano. “Tapi Pertashop di Sofifi itu sudah lama sekali tidak membuka pelayanan, yang aktif itu Pertashop di Akekolano,” ungkap salah seorang warga.
Disisi lain, tingkat konsumsi BBM jenis pertamax khususnya warga di tujuh (7) desa di Kecamatan Oba Utara, antara lain, Desa Bukit Durian, Ampera, Akekolano, Oba, Somahode, Garojou dan Kusu saat ini cukup terbilang tinggi. Alih-alih kehadiran Pertashop yang berkedudukan di Akekolano itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga, ternyata tidak sesuai dengan harapan. Ini lantaran kuota yang dipasok Pertamina ke Pertashop Akekolano terbilang cukup sedikit yaitu sebanyak 3 ton saja sehingga tak mampu membendung tingkat konsumsi yang begitu tinggi.
“Kalau dibuka pukul 07.00 WIT pagi, palingan sampai jam sepuluh begitu sudah tutup karena stok kurang apalagi saat kendaraan padat,” beber salah seorang warga.
Warga berharap, Pertamina bisa menetralisir kondisi tersebut dengan menambah kuota sehingga kebutuhan BBM di Oba Utara tidak mengalami kekurangan stok. Apalagi Oba Utara merupakan salah satu kecamatan di Kota Tikep yang menjadi sentral bagi 4 (empat) Kabupaten di Pulau Halmahera.
“Kami harap Pertamina bisa menambah pasokan BBM terutama di Pertashop. Kami juga berharap pihak pengelola juga harus menjaga ketersedian stok sehingga pelayanan tetap normal meskipun kuota yang dipasok Pertamina hanya sedikit,” harap salah seorang warga. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!