Oknum Camat di Haltim Komentari Sekjen PDIP Hasto ‘Ngibul’, Bilang Hanya Iseng

Maba, Maluku Utara- Komentar menohok oknum Camat Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Malawat Soar di akun Facebooknya yang menyebut pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristianto di lamaan berita liputan6.com menuai kecaman dari kader PDIP Haltim.

Pasalnya, Camat Wasile Timur itu mengejek pernyataan Sekjen PDIP Pusat yang meminta kader PDIP harus selalu meneguhkan sikap ksatria dalam berpolitik, dengan terus memperkuat persatuan dengan rakyat, serta satu kata dan perbuatan dalam menyatu dengan Wong Cilik.

Pernyataan Hasto di Liputan6.com itu dikomentari oleh Malawat dan dibagikan melalui akun Facebooknya dengan kata-kata yang mengejek. Bahkan mantan Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Halmahera Timur itu menyebut Hasto mulai ‘ngibul’.

BACA JUGA  Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Nmax Seruduk Mio di Ternate

“Sudah mulai Ngibul ni orang,” singkat komentar malawat seperti yang dikutip Haliyora.com melalui akun facebook pada hari Minggu (26/06/2022). Sayangnya, komentar Malawat yang ditanggapi 464 pengguna akun Facebook itu sengaja dihapusnya.

Kendati Malawat Soar sudah menghapus postingannya di Facebook, namun reaksi PDIP tetap pada pendiriannya. Sekretaris DPC PDIP Halmahera Timur, Abdul Gafar Gorotomole melalui unggahan bahkan memposting hasil screnshoot komentar camat Wasile Timur Malawat Soar, disertai dengan keterangan.
“Camat Wasile Timur, Malawat Soar mengatakan Ngibul terhadap sekjen PDIP,” ungkap Abdul Gafar dalam keterangan postingannya, Minggu (26/06/2022).

BACA JUGA  Trayek Sofifi-Loleo Akan Ditertibkan, Organda Diminta Bersatu

Camat Wasile Timur, Malawat Soar, sendiri saat dikonfirmasi haliyora.id melalui WhatsApp kemarin menyampaikan bahwa komentarnya di Facebook tersebut tidak bermaksud menuduh atau menghina Sekjen PDIP Pusat.

“Kebetulan kalau di Facebook liputan6 kan sering masuk di beranda saya, jadi saya sebenarnya hanya iseng-iseng saja,” kata Malawat.

Dirinya bahkan menjelaskan bahwa kata “Ngibul” dalam versinya tidak bermaksud berbohong tetapi lebih pada pernyataan yang tidak sesuai fakta.

“Kalau versi saya, kata ngibul ini tidak bermaksud berbohong, tetapi lebih pada tidak sesuai fakta, kalau berbohong kan berarti pernyataan saya bermakna menuding, jadi saya tidak menuding ya,” bantahnya. (RH-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah