Ternate, Maluku Utara- Mutasi guru di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Ternate diduga mengandung unsur politik. Betapa tidak, meskipun guru bersangkutan berkinerja baik, namun tetap saja dimutasikan.
Hal ini diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, saat diwawancarai haliyora setelah menerima keluhan dari sejumlah guru SD, Selasa (21/06/22) kemarin.
Kata Nurlaela, Komisi III sudah melakukan koordinasi dengan BKPSDM, namun BKPSDM beralasan mutasi ini atas usulan Dinas Pendidikan (Disdik). Sebaliknya, Disdik malah melempar tanggung jawab ini adalah kewenangan BKPSDM.
“Jadi ini saling melempar bola satu sama lain. Jangan terlalu banyak masukan intrik politik dalam sistim pendidikan. Hanya karena mendengar hasutan dan telinga tipis, akhirnya proses mutasinya tidak berjalan sesuai dengan mekanismenya,” singgung Nurlaela Syarif.
Nurlaela mengakui sistim mutasi guru ini masih normatif, hanya saja rasa ketidakpuasan guru karena tidak profesional dan objektif. Pasalnya, meskipun di sekolah tersebut kekuamrangan guru, tetapi tetap saja dimutasikan.
Politisi NasDem itu menambahkan, problem mutasi guru ini karena pemerintah tidak melihat kondisi ril di lapangan. Nyatanya, masih ada kepala sekolah yang mempertahankan guru karena prestasi serta berkinerja bagus.
“Jadi pendekatan mutasi ini atas dasar apa. Itu yang sering dipertanyakan oleh para guru. Objektifitas terhadap proses mutasi apa alasannya,” timpanya.
Untuk itu lanjutnya, Komisi III meminta kepada Pemerintah Kota Ternate agar memperhatikan siklus di lingkungan pendidikan. Hal ini bertujuan supaya para guru dapat melakukan aktifitas belajar mengajar dengan nyaman dan rasa penuh tanggung jawab.
“Dalam waktu dekat kita akan mengundang Disdik dan rapat gabungan antara Komisi I dengan BKPSDM untuk kita luruskan hal ini,” tandasnya. (Wan-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!