Akademisi Minta DPRD dan Pemda Sula Tak Tutup Mata Terkait Persoalan BBM

Sanana, Maluku Utara- Antrian Panjang kendaraan baik roda dua maupun roda empat saat mengisi BBM di Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Kota Sanana, Kepulauan Sula, dikeluhkan oleh para supir angkutan umum.

Andi, salah seorang supir angkot kepada Haliyora Senin (27/6/2022) tadi, mengaku antrian panjang yang terjadi di SPBU Sanana itu sudah berlangsung dua bulan terakhir ini.

“Antrian ini hampir setiap hari dan sudah kurang lebih dua bulan terakhir ini, hal ini menurut saya harus segera diselesaikan oleh pihak terkait terutama DPRD dan Pemda Sula,” keluhnya.

Antrian padat di SPBU Sanana juga mendapat sorotan akademisi STAI Babussalam Sula, Azis Los’en.

BACA JUGA  Pendaftaran PPPK Tenaga Guru di Ternate Ditutup, Nakes Minim Pelamar

Kepada wartawan, Azis meminta kepada DPRD Kabupaten Kepulauan Sula agar lebih jeli dalam menyikapi persoalan yang terjadi di masyarakat, bukan malah menunggu keluhan. Sebab sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD mestinya menjalankan fungsi kontrolnya.

“DPR harus terus lakukan fungsinya sebagai lembaga pengawasan, setelah melakukan sidak, harusnya kembali dipantau apakah hasil sidak itu dijalankan oleh pihak SPBU atau kah tidak. Jangan malah diabaikan hingga hal itu kembali terulang dan ujungnya masyarakat lagi yang susah. Jangan sampai masyarakat sudah mengeluh baru komisi II DPRD turun di SPBU, ini kan lucu sebenarnya,” sentilnya.

Selain itu kata Azis, Dinas Perindagkop juga harus berperan aktif mengawasi persoalan yang sudah berkepanjangan ini.

BACA JUGA  KPK Bakal Datangkan Dokter dari IDI Periksa Kesehatan AGK

“Berbagai persoalan terjadi di SPBU Sanana mulai dari pendistribusian BBM dari Pertamina ke SPBU yang lambat, kemudian juga tidak adanya mesin generator SPBU sehingga ketika listrik padam, aktifitas di SPBU terhenti,” sebutnya.

Agar aktifitas kembali normal, Azis mendesak kepada Dinas Perindagkop Kabupaten Kepulauan Sula agar memberikan teguran keras sehingga kedepan tidak terjadi lagi persoalan serupa.

“Deprindakop ini juga harusnya tegas. Saya liat Deprindagkop terkesan takut terhadap pihak SPBU Sanana, mereka tidak bisa mencari solusi serta memberikan teguran keras kepada pihak SPBU,” kata Azis. (Sarif-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah