Tarif Angkutan di Haltim Naik Gila-gilaan, Ada yang Nyaris Seratus Persen

Maba, Maluku Utara- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Halmahera Timur (Haltim) mengalami kenaikan singinifikan jika dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Kenaikan harga yang dipicu oleh naiknya harga BBM jenis Pertamax sudah tentu akan mencekik masyarakat khususnya para pengguna jasa transportasi umum di wilayah Halmahera Timur. Hal itu sesuai dengan rapat kesepakatan bersama kanaikan harga angkutan umum oleh pihak Organda Halmahera Timur bersama Dinas Perhubungan Haltim yang dilaksanakan pada Senin, (04/04/2022) di ruang aula Dishub Haltim.

Kenaikan tarif angkutan umum disesuaikan kenaikan harga BBM.

Itu disepakati oleh pihak Organda bersama Dinas Perhubungan Haltim yang dilaksanakan pada Senin (04/04/2022), di aula Dishub Haltim.

Dalam rapat tersebut, pihak Organda dan Dinas Perhubungan menetapkan harga angkutan baru dengan rincian; tarif angkutan dari Kota Maba- Buli naik dari Rp 55.000 menjadi Rp 70.000 per penumpang.

BACA JUGA  Protes Debu Proyek WFC, Warga Daruba Morotai Palang Jalan

Dari Maba-Maba Selatan naik dari Rp 55.000 menjadi Rp 80.000,

Dari Buli – Subaim, harga sebelumnya Rp 85.000 naik menjadi Rp 130.000.

Dari Subaim-Lolobata dari tarif sebelumnya Rp 45.000 naik menjadi Rp 80.000, Buli- Wayamli harga sebelumnya Rp 55.000 naik menjadi Rp 80.000, sedangkan untuk subaim-Nusa Jaya, harga sebelumnya Rp 80.000 naik menjadi Rp 100.000.

“Dalam rapat tadi kita sudah bersepakat bersama untuk naikkan tarif angkutan karena harga BBM naik. Ini nanti
dijadikan dasar oleh pihak pengendara di Haltim,” jelas Kepala Dinas Perhubungan, Dwi Cahyo kepada wartawan usai rapat.

Dwi meminta kepada para pengusaha jasa transportasi agar dalam menerapkan harga angkutan terbaru harus benar- benar disesuaikan dengan tarif yang sudah ditetapkan, jangan menaikan harga di luar kesepakatan.

BACA JUGA  9 Bulan Sertifikasi Guru di Taliabu Belum Terbayar

“Kita warning agar tidak ada yang bermain tarif. Kenaikan ini juga sifatnya fluktuatif mengikuti harga BBM. Jadi sewaktu-waktu bisa turun atau malah nak lagi.

Terpisah, salah satu perwakilan Organda Wasile mengatakan, penetapan besaran tarif khususnya Buli- Subaim sudah sesuai. Begitu juga Lolobata-Subaim yang naik sangat tinggi, dari Rp 45.000 menjadi Rp 80.000.

“Saya kira sudah sesuai karena kondisi jalan dan jarak, kita juga pasti sampaikan kepada pengguna jasa transportasi, minimal menawarkan harga yang ada sebelum diantar ke tempat tujuan,” pungkas dia.

Dikatakan, tarif Maba- Sofifi sendiri sebelumnya sebesar Rp 300.000, saat ini naik menjadi Rp 400.000, Sofifi-Buli sebesar 330.000, Sofifi-Subaim sebesar Rp 200.000. Trayek Sofifi itu ditetapkan oleh Pemprov Malut, jadi kita menyesuaikan saja ,” pungkasnya. (HR-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah