Bobong, Maluku Utara – Ratusan tenaga guru TK, SD hingga SMP di Kabupaten Pulau Taliabu sampai saat ini belum menerima tunjangan sertifikasi untuk triwulan I dan II tahun 2022 serta triwulan terakhir di tahun 2021.
Hingga memasuki minggu ke dua Juni 2022, belum ada titik terang mengenai pembayaran gaji sertifikasi guru-guru ini. Mestinya, sertifikasi guru tersebut harusnya sudah terbayarakan di awal bulan Maret triwulan I serta di awal bulan Juni triwulan ke II 2022.
Dari penelusuran wartawan, total tunjangan sertifikasi yang belum dibayar Pemda Kabupaten Pulau Taliabu dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 sekitar 9 bulan.
“Di tahun 2021 itu bervariasi, ada yang 6 bulan belum terbayar dan ada yang 3 bulan, tapi sebagian besar itu 3 bulan, yang 6 bulan tinggal sedikit saja. Tapi di tahun 2022 ini semua terhitung 6 bulan belum terbayar, mulai dari Januari sampai Juni ini,” ungkap salah seorang guru kepada Haliyora, Minggu (12/6/2022).
Para guru ini berharap, Pemkab Pulau Taliabu dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu segera mencarikan solusi agar secepatnya tunjangan tersebut dibayarkan.
“Kami berharap semoga Dinas Pendidikan segera bayar gaji sertifikasi guru ini dalam waktu dekat, karena itu hak kami yang harus dibayar,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu, Darmanto, mengatakan bahwa untuk sertifikasi tahun 2022 akan segera dibayar.
“Kalau Januari – Juni 2022 masa pembayaran di 22 Juni 2022 baru akan dibayar,” tandas Darmanto, Senin (13/06/2022).
Sementara, untuk tungakan sertifikasi tahun 2021 akan dibayar pada APBD perubahan tahun 2022.
“Untuk 3 bulan dari September – Desember 2021, kami sudah berkonsultasi dengan keuangan daerah dan BPK Provinsi maluku utara, mereka menyampaikan nanti di bulan 9 baru diproses pembayaran karena harus diusul di perubahan anggaran. Karena anggaran pembayaran Carry Over (CO) sertifikasi harus diusulkan anggaran tersendiri,” jelasnya
Mengenai jumlah guru dan besaran tunjangan yang diterima masing-masing guru, Darmanto mengaku belum bisa memastikannya.
“Kalau soal jumlah guru penerima dan besaran biaya itu nanti saya lihat data dulu, karena saya tidak hafal,” katanya. (Ham-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!