Banjir Terjang Sejumlah Desa di Halsel, BPBD Ungkap Kendala Fasilitas

Halsel, Maluku Utara- Hujan deras mengguyur Desa Oha, Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jum’at (11/03/202). Sungai di desa tersebut meluap dan membanjiri desa.

Kades Oha, Muhammad Malik, kepada Haliyora, Jum’at (11/03/2023), mengatakan, hujan deras mengguyur Oha mulai jam 12.30-15.30 WIT, sehingga air sungai di desa itu meluap membanjiri desa. Ketinggian banjir mencapai 50 Cm.

“Pada Jumat (11/03) kemarin, sekitar pukul 12.30 WIT, Desa Oha Kecamatan Gane Barat diguyur hujan deras tanpa henti. Pukul 15.30 WIT terjadi banjir di pemukiman warga akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air. Ketinggian banjir mencapai 50 centi meter,” ungkapnya.

Akibat banjir, sambung Malik, sembilan unit rumah warga tergenang air sehingga banyak perabotannya rusak. “Selain rumah warga, talud penahan banjir sepanjang 50 meter juga patah,” terangnya.

BACA JUGA  Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Desa Belo, Jaksa Minta Inspektorat Taliabu Turun Audit

Menurut Malik, kondisi di Desa Oha pasca banjir harus ditangani serius oleh BPBD Halsel, dikarenakan jalur air di sungai Oha yang mendekati pemukiman berbentuk (S) dengan kondisi sungai yang sudah dangkal akibat abrasi, sehingga kalau lambat ditangani maka suatu saat banjir bandang akan menyapu Desa Oha.

“Kami berharap kepada Pemda agar segera membenahi Talud yang rusak, serta menormalisasi sungai supaya pada saat hujan air sungai dapat mengalir dengan bebas sehingga tidak meluap masuk dalam kampong lagi,” imbuhnya.

Diwawancarai terpisah, pada Jum’at (11/03/2022), Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Halsel, Muhajir Zam-zam mengatakan, pihaknya menerima laporan tentang banjir di Desa Oha sudah larut malam, dan pada Sabtu (12/03/2022), Tim Reaksi Cepat BPBD langsung turun melakukan identifikasi.

“Banjir terjadi pada Jum’at sore. Tapi kami mendapat laporan dari warga pada Jum’at malam, kemudian sampaikan kepada Kalak BPBD langsung merespon dan memerintahkan bergerak hari ini (Sabtu), menuju TKP untuk melakukan pendataan dan identifikasi lokasi banjir,” terangnya.

BACA JUGA  ASN Morotai Bantah Pernyataan Kaban Keuangan : Kami Belum Terima TPP

Muhajir juga mengaku bahwa hari ini pihaknya juga menerima laporan terjadi banjir di Desa Balitata.

“Tetapi kami terkendala dengan armada laut. BPBD tidak punya speed Boat, sementara bencana banjir di luar wilayah Bacan seperti Obi, Gane Barat dan Gane Timur dan lainnya harus dijangkau mengunakan speed boat. Anggaran kami juga kecil. Wilayah Halsel ini kan luas dan harus dijangkau dengan trasportasi laut. Maunya kita sih cepat bertindak ketika terjadi bencana, tapi kendala kita di trasportasi laut itu. Jadi kita butuh armada laut agar TRC BPBD Halsel bergerak cepat ke lokasi bencana,” pungkasnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah