Warga Keluhkan Bencana di Desa, Reaksi Cepat BPBD Halsel ‘Takancing’

Halsel, Maluku Utara – Bencana alam Banjir rob di Desa Timlonga, Kecamatan Bacan Timur Tengah kembali terjadi, setelah pada 22 Februari 2020 lalu hantaman ombak besar mematahkan talud penahan ombak di desa tersebut.

Itu disampaikan Sekdes Timlonga Bahri Hamid kepada Haliyora via telpon, dua hari lalu.

“Kemarin (Rabu) hujan sangat deras disertai angin kencang. Dan karena talud penahan ombak sudah patah akibat terjangan ombak pada Februari lalu sehingga tadi malam terjadi banjir rob membuat sebagian warga panik dan mengungsi keluar rumah.

Dikatakan, bencana terjangan ombak pada Februari lalu itu mematahkan talud penahan ombak sepanjang 135 meter dan 4 rumah warga rusak ringan. “Kita sudah laporkan ke BPBD Halsel tapi belum ada respon hingga sekarang. Tadi malam terjadi banjir rob lagi dan BPBD berjanji akan turun ke lokasi,” ujarnya.

BACA JUGA  Ringankan Beban Sesama, Prodi Ilmu Sejarah Unkhair Bagi-Bagi Sembako

Bahri berharap BPBD tidak hanya berjanji tapi benar-benar turun ke Desa Timlonga untuk melihat dan mendata kerusakan akibat bencana di desanya.

“Sekarang BPBD Halsel janji akan turun ke desa kami untuk identifikasi kerusakan rumah warga dan talud penahan ombak yang ambruk, kami berharap secepatnya dapat diidentifikasi dan perbaikan kerusakan rumah warga talud penahan ombak,” imbuhnya.

Diwawancarai terpisah, Kamis, (24/03/2022), Kabid Kedaruratan dan Logistik, Muhajir Zam-zam mengaku pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang kerusakan rumah warga dan talud penahan ombak di Desa Timlonga akibat terjangan ombak dan banjir rob pada 22 Februari lalu itu.

BACA JUGA  Diduga tak Kuat Nanjak, Truk Pengangkut Kayu Terbalik di Jalan Kantor Gubernur Malut

Ia juga mengaku sudah mendapat laporan tentang banjir rob kembali terjadi di Desa Timlonga pada Rabu (23/03/2022), tapi pihaknya belum dapat menjangkau ke lokasi bencana lantaran biaya terbatas.

“Laporan bencana di Desa Timlonga, baik bencana pada 22 Februari maupun bencana pda Rabu, 23 Maret kemarin, namun kami belum dapat turun kesana karena biaya operasional terbatas, padahal Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah siap diterjunkan ke lokasi setelah mendapat laporan,” ujarnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah